Jangan Menunda Sujud

Karena Kita Tidak Pernah Tahu Sampai Kapan Diberi Waktu

Sering kali kita berkata dalam hati,
“Nanti saja lebih rajin ibadahnya…”
“Nanti kalau sudah lebih tenang…”
“Nanti kalau urusan dunia selesai…”

Padahal kenyataannya, tidak ada satu pun dari kita yang benar-benar tahu apakah esok masih menjadi milik kita atau tidak.

Kita terlalu santai menunda kebaikan, seolah-olah umur sudah dijamin panjang. Sementara ada banyak manusia yang sudah berada di alam kubur, yang jika diberi satu kesempatan kembali ke dunia, mereka hanya ingin menambah amal shalih walau sedikit.

Ketika Penyesalan Tidak Lagi Berguna

Allah ﷻ menggambarkan keadaan orang yang sudah meninggal dan ingin kembali ke dunia:

“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan terhadap yang telah aku tinggalkan.”
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)

Namun kesempatan itu tidak akan diberikan lagi.

Hari ini kita masih bisa sujud. Masih bisa membaca Al-Qur’an. Masih bisa menangis dalam doa. Maka jangan sampai nikmat besar ini justru disia-siakan.

Satu Sujud Sangat Berharga

Bagi orang yang hatinya hidup, sujud bukan sekadar gerakan. Sujud adalah tempat paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.”
(HR. Muslim)

Bayangkan, betapa banyak manusia di alam kubur yang merindukan satu kali sujud lagi. Sedangkan kita yang masih diberi kesempatan, terkadang justru mencari alasan untuk menunda shalat, menunda taubat, dan menunda berubah.

Jangan Menunggu Hidayah Datang Tanpa Dijemput

Sebagian orang berkata,
“Saya belum siap hijrah.”
“Saya masih banyak dosa.”
“Saya belum pantas dekat dengan agama.”

Padahal justru karena banyak dosa, kita harus segera kembali kepada Allah.

Allah ﷻ berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang hari ini. Ada akhirat yang sedang menunggu. Dan semua yang kita lakukan sekarang sedang dipersiapkan untuk kehidupan setelah kematian.

Jangan Merasa Aman Dengan Umur

Kematian tidak selalu datang kepada orang tua. Tidak selalu kepada orang sakit. Banyak orang yang pagi masih tertawa, sore sudah dikafani.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Al-Hakim)

Karena itu, jangan biasakan menunda ibadah. Jangan menunggu sempurna untuk mulai taat. Sebab kita tidak akan pernah benar-benar siap jika terus mengikuti hawa nafsu.

Mulailah Dari yang Sederhana

Tidak harus langsung berubah drastis. Mulailah dari hal kecil namun istiqamah:

  • Menjaga shalat lima waktu
  • Membaca Al-Qur’an walau sedikit
  • Memperbanyak istighfar
  • Mengurangi maksiat perlahan
  • Membiasakan sedekah
  • Menjaga lisan dan hati

Amalan kecil yang terus dilakukan lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang hanya sesekali.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus dilakukan walaupun sedikit.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Penutup

Hari ini kita masih diberi kesempatan bernapas, sujud, dan memohon ampun kepada Allah. Maka jangan sia-siakan nikmat itu.

Bisa jadi, satu sujud yang kita lakukan dengan ikhlas hari ini menjadi penyelamat kita di akhirat nanti.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”
(QS. Al-Hijr: 99)

Semoga Allah menjaga hati kita agar tidak lalai, memudahkan langkah kita menuju ketaatan, dan menutup usia kita dalam keadaan husnul khatimah.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top