Seringkali kita memahami kemiskinan hanya sebatas pada kekurangan harta dan materi. Banyak orang menganggap bahwa seseorang disebut miskin apabila ia tidak memiliki rumah, harta, atau penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, Islam mengajarkan kepada kita bahwa ada bentuk kemiskinan yang jauh lebih berbahaya dan hakiki dibanding sekadar kekurangan materi, yaitu kemiskinan ilmu agama.
Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
“Janganlah kamu mengira bahwa kemiskinan adalah tidak adanya kecukupan (harta). Akan tetapi kehilangan ilmu agama, itulah salah satu kemiskinan terbesar.”
(Majmu’ Rosail Ibnu Rajab, 1/65)
1. Hakikat Kemiskinan dalam Pandangan Islam
Kemiskinan materi hanyalah ujian duniawi. Seseorang bisa jadi miskin harta, namun tetap mulia di sisi Allah jika ia beriman, berilmu, dan bertakwa. Sebaliknya, orang yang kaya raya bisa jatuh dalam kemiskinan hakiki apabila ia jauh dari ilmu agama dan petunjuk Allah.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”
(QS. Thaha: 124)
Ayat ini menunjukkan bahwa hati yang kosong dari ilmu agama dan hidayah Allah akan hidup dalam kesempitan, meskipun ia memiliki banyak harta.
2. Ilmu Agama sebagai Kekayaan Sejati
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kekayaan sejati bukanlah tumpukan emas dan perak, tetapi ilmu yang menuntun seseorang untuk dekat dengan Allah, bersyukur, bersabar, serta beramal saleh.
3. Bahaya Kemiskinan Ilmu
Kehilangan harta bisa diganti dengan bekerja dan berusaha. Namun kehilangan ilmu agama membuat seseorang kehilangan arah hidup, tidak mengenal halal dan haram, serta terjebak dalam kesesatan. Inilah yang disebut oleh ulama sebagai kemiskinan hakiki, karena menghilangkan bekal utama manusia untuk selamat dunia dan akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan padanya, maka Allah akan pahamkan dia dalam urusan agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa orang yang memahami agama adalah orang yang paling kaya, karena Allah memberikan anugerah terbesar dalam hidupnya.
4. Kesimpulan
Kemiskinan harta bukanlah sesuatu yang hina selama seseorang masih memiliki iman dan ilmu agama. Namun kehilangan ilmu agama adalah kemiskinan sejati yang berbahaya, karena akan menjerumuskan pada kesesatan dan kehinaan.
Maka, marilah kita senantiasa memperkaya diri dengan ilmu agama, memperbanyak belajar Al-Qur’an dan sunnah, serta mendekatkan diri kepada Allah. Sebab ilmu agama adalah kekayaan yang tidak ternilai, yang akan menyelamatkan kita di dunia hingga akhirat.
