Idul Adha merupakan salah satu momen istimewa bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Pada hari yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah qurban sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Di tengah masyarakat, sering muncul pertanyaan: “Mana yang lebih utama, qurban kambing sendiri atau ikut patungan sapi?”
Para ulama menjelaskan bahwa qurban kambing secara pribadi memiliki keutamaan tersendiri dibanding urunan sapi tujuh orang.
Qurban adalah Syiar Ketaatan
Ibadah qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi merupakan simbol ketakwaan dan pengorbanan seorang hamba kepada Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat ini menunjukkan bahwa qurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan termasuk syiar besar dalam Islam.
Keutamaan Qurban Kambing
Sebagian ulama menyebutkan bahwa berqurban dengan seekor kambing secara pribadi lebih utama dibanding ikut urunan sapi tujuh orang. Hal ini karena orang yang berqurban dapat melaksanakan ibadah tersebut secara utuh sendiri.
Disebutkan dalam kitab Al Muhadzab:
“Kambing (sendirian) lebih baik daripada urunan sapi tujuh orang. Karena orang yang berqurban bisa menumpahkan darah (menyembelih) sendirian.”
(Al Muhadzab 1:74)
Artinya, nilai pengorbanan dan keterlibatan pribadi dalam ibadah qurban menjadi salah satu sisi keutamaannya.
Rasulullah ﷺ Juga Berqurban dengan Kambing
Rasulullah ﷺ sendiri pernah berqurban dengan dua ekor kambing kibas yang bagus dan bertanduk.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Nabi ﷺ berqurban dengan dua kambing kibas putih yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa qurban kambing adalah ibadah yang mulia dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.
Hikmah Berqurban
1. Mendekatkan Diri kepada Allah
Qurban adalah bentuk ibadah dan bukti ketaatan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Allah berfirman:
“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Yang paling penting bukan besar atau mahalnya hewan qurban, tetapi keikhlasan dan ketakwaan dalam melaksanakannya.
2. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Daging qurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan kaum dhuafa. Dari sini tumbuh rasa persaudaraan dan kebahagiaan bersama di hari raya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Makanlah sebagian daging qurban itu, simpanlah dan sedekahkanlah.”
(HR. Muslim)
3. Menghidupkan Sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam
Ibadah qurban mengingatkan kita pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam tentang ketaatan yang luar biasa kepada Allah.
Karena itu, qurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga pelajaran tentang keimanan, kesabaran, dan pengorbanan.
Jangan Menunda Berqurban
Bagi seorang muslim yang Allah lapangkan rezekinya, jangan lewatkan kesempatan besar ini. Qurban adalah amal yang sangat dicintai Allah pada hari Idul Adha.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan qurban).”
(HR. Tirmidzi)
Meskipun sederhana, seekor kambing yang diqurbankan dengan penuh keikhlasan dapat menjadi amal besar di sisi Allah.
Penutup
Qurban kambing memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam, terutama karena dilakukan secara pribadi dan penuh keterlibatan langsung dalam ibadah. Namun yang paling utama tetaplah keikhlasan dan kemampuan masing-masing.
Semoga Allah menerima amal qurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian kepada sesama.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲
