Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita merasa sedih ketika melihat orang terdekat belum mau menerima nasihat, belum rajin beribadah, atau masih jauh dari ajaran agama. Bahkan terkadang kita merasa gagal saat usaha mengajak kepada kebaikan tidak mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.
Padahal, Islam mengajarkan bahwa tugas manusia hanyalah menyampaikan. Adapun hidayah, sepenuhnya adalah hak Allah سبحانه وتعالى.
Allah berfirman:
“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat hidayah, akan tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Baqarah: 272)
Ayat ini mengajarkan kepada kita agar tidak terlalu membebani diri ketika dakwah atau nasihat belum diterima oleh orang lain. Bahkan Rasulullah ﷺ pun tidak mampu memberikan hidayah kepada orang yang beliau cintai, kecuali jika Allah menghendakinya.
Hidayah Tidak Bisa Dipaksa
Setiap manusia memiliki perjalanan hidup dan waktu yang berbeda dalam menerima petunjuk. Ada yang langsung tersentuh hatinya ketika mendengar ayat Al-Qur’an, ada pula yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berubah.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Qashash: 56)
Ayat ini turun ketika Rasulullah ﷺ sangat berharap pamannya, Abu Thalib, mendapatkan hidayah Islam. Namun ternyata, hidayah tetap berada di tangan Allah.
Dari sini kita belajar bahwa sehebat apa pun usaha manusia, hati seseorang tetap berada dalam kekuasaan Allah.
Tugas Kita: Menyampaikan dengan Lembut
Walaupun hidayah milik Allah, bukan berarti kita berhenti berdakwah atau mengingatkan. Justru kita tetap diperintahkan untuk mengajak kepada kebaikan dengan cara yang baik dan penuh hikmah.
Allah berfirman:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”
(QS. An-Nahl: 125)
Dakwah bukan tentang memaksa orang berubah dalam satu hari. Dakwah adalah tentang menyampaikan kebenaran dengan kesabaran, kelembutan, dan keteladanan.
Kadang nasihat yang hari ini ditolak, bisa jadi suatu hari nanti menjadi sebab seseorang kembali kepada Allah.
Jangan Mudah Putus Asa
Banyak orang yang awalnya jauh dari agama, namun akhirnya menjadi pribadi yang taat karena hidayah Allah datang pada waktu yang tidak disangka-sangka.
Karena itu, jangan pernah lelah:
- Mendoakan keluarga dan sahabat
- Mengingatkan dengan lembut
- Memberikan contoh yang baik
- Menebarkan kebaikan di mana pun berada
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui dirimu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala bagi orang yang menjadi jalan datangnya hidayah bagi orang lain.
Perbaiki Diri Sebelum Menuntut Orang Lain
Salah satu cara terbaik dalam mengajak kepada kebaikan adalah dengan memperbaiki diri sendiri. Keteladanan sering kali lebih menyentuh daripada banyaknya perkataan.
Orang akan lebih mudah menerima nasihat dari seseorang yang mampu menunjukkan akhlak baik, kesabaran, dan keikhlasan dalam kehidupannya.
Penutup
Hidayah adalah rahasia Allah. Kita tidak bisa memaksa hati seseorang untuk berubah. Yang bisa kita lakukan hanyalah menyampaikan kebaikan, mendoakan, dan terus memperbaiki diri.
Jangan kecewa ketika nasihat belum diterima. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan waktu terbaik bagi seseorang untuk mendapatkan petunjuk-Nya.
Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita, keluarga kita, dan seluruh kaum muslimin. Aamiin.
