Dalam kehidupan ini, tujuan tertinggi seorang mukmin bukanlah sekadar mendapatkan pujian manusia, harta yang melimpah, atau kedudukan yang tinggi di dunia. Tujuan sejati seorang hamba adalah mendapatkan keridaan Allah ﷻ, karena keridaan-Nya adalah sumber dari segala kebaikan dan kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.
Keutamaan Mencari Keridaan Allah
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya apabila jujur seorang hamba kepada Allah, maka Allah akan rida terhadap amalannya, keadaannya, keyakinannya, dan maksud yang ditujunya.”
(Madarij As-Salikin, 2/295)
Perkataan ini menegaskan bahwa kejujuran hati dalam beribadah adalah kunci untuk meraih keridaan Allah. Seorang hamba yang ikhlas dan benar niatnya tidak mengharapkan imbalan dari makhluk, tetapi semata-mata berharap rahmat dan rida dari Penciptanya.
Ikhlas Adalah Jalan Menuju Rida Allah
Allah ﷻ berfirman:
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama…”
(QS. Al-Bayyinah [98]: 5)
Ayat ini menegaskan bahwa amal tanpa keikhlasan tidak akan diterima di sisi Allah. Maka, setiap langkah, ucapan, dan perbuatan seorang muslim seharusnya diarahkan untuk mencari keridaan Allah, bukan sekadar pengakuan manusia.
Ciri Orang yang Diridai Allah
Orang yang diridai Allah biasanya memiliki tanda-tanda berikut:
-
Ikhlas dalam amal — beramal hanya karena Allah, bukan untuk dilihat atau dipuji.
-
Tawakal dan sabar — menerima takdir dengan lapang dada dan selalu yakin akan kebijaksanaan Allah.
-
Menjaga kejujuran hati — tidak berpura-pura dalam beribadah dan bersikap tulus kepada sesama.
-
Selalu memperbaiki diri — berusaha terus-menerus meningkatkan kualitas iman dan amal.
Allah ﷻ berfirman:
“Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu (diperoleh oleh) orang-orang yang takut kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Bayyinah [98]: 8)
Ayat ini menggambarkan hubungan yang indah antara Allah dan hamba-Nya. Ketika seorang hamba mencari keridaan Allah dengan penuh ketulusan, maka Allah pun akan meridai dan menenangkan hatinya.
Penutup: Jadikan Rida Allah Tujuan Hidup
Dunia hanyalah perjalanan singkat. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada mengetahui bahwa Allah rida terhadap diri kita. Oleh karena itu, mari kita jadikan setiap amal sebagai persembahan tulus untuk Allah. Jangan biarkan hati kita terikat pada penilaian manusia, sebab manusia tidak memiliki kuasa memberi manfaat atau mudarat kecuali dengan izin Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim, no. 2564)
Maka, jagalah hati agar selalu ikhlas, dan luruskan niat agar setiap amal yang kita lakukan menjadi jalan menuju keridaan Allah yang abadi.
