Mampu Namun Tidak Mau Berkurban, Bagaimana Hukumnya?

11 Hari Menuju Idul Adha 1447 H

Idul Adha adalah momen istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi hari raya, Idul Adha juga identik dengan ibadah qurban, yaitu menyembelih hewan ternak sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.

Namun, sering muncul pertanyaan di tengah masyarakat:

“Bagaimana hukum orang yang sebenarnya mampu, tetapi tidak mau berkurban?”

Pertanyaan ini penting untuk dipahami, terutama bagi kaum muslimin yang Allah beri kelapangan rezeki.


Apa Itu Qurban?

Qurban berasal dari kata qaruba yang berarti “dekat”. Ibadah qurban adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui penyembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik.

Hewan yang boleh dijadikan qurban antara lain:

  • Kambing atau domba
  • Sapi
  • Kerbau
  • Unta

Ibadah ini dilakukan mulai setelah shalat Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam.


Dasar Perintah Berkurban

Allah SWT berfirman:

“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa qurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Rasulullah ﷺ juga senantiasa berqurban setiap tahun. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Nabi ﷺ berqurban dengan dua ekor kambing kibas yang putih dan bertanduk.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


Bagaimana Hukum Berkurban?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum qurban adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya bagi muslim yang mampu.

Namun sebagian ulama, seperti Imam Abu Hanifah, berpendapat bahwa qurban hukumnya wajib bagi orang yang mampu.

Perbedaan pendapat ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah qurban dalam Islam.


Ancaman Bagi Orang yang Mampu Namun Tidak Berkurban

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekat ke tempat shalat kami.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadits ini menjadi peringatan keras bagi orang yang sebenarnya mampu, tetapi enggan berqurban tanpa alasan yang dibenarkan.

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa tercelanya sikap meninggalkan qurban padahal memiliki kemampuan.


Siapa yang Disebut Mampu?

Seseorang dikatakan mampu berqurban apabila:

  • Memiliki kelebihan harta setelah kebutuhan pokok tercukupi
  • Tidak sedang terlilit kebutuhan mendesak
  • Mampu membeli hewan qurban tanpa memberatkan diri

Jadi, qurban bukan hanya untuk orang kaya raya. Selama ada kemampuan dan kelapangan rezeki, maka sangat dianjurkan untuk melaksanakannya.


Hikmah dan Keutamaan Berqurban

1. Bentuk Ketaatan kepada Allah

Qurban mengajarkan keikhlasan dan kepatuhan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

2. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Daging qurban dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan fakir miskin sehingga kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan bersama.

3. Amalan yang Dicintai Allah

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.”
(HR. Tirmidzi)

4. Menjadi Syiar Islam

Qurban adalah syiar yang menunjukkan semangat berbagi dan ketakwaan umat Islam.


Jangan Menunda Kebaikan

Terkadang seseorang mampu berqurban, tetapi merasa sayang mengeluarkan hartanya untuk ibadah tersebut. Padahal harta yang digunakan di jalan Allah tidak akan mengurangi rezeki, justru Allah akan menggantinya dengan keberkahan.

Allah SWT berfirman:

“Apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya.”
(QS. Saba’: 39)

Karena itu, jika Allah sudah memberi kelapangan rezeki, jangan sampai kita melewatkan kesempatan besar ini.


Penutup

Berkurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga latihan keikhlasan, kepedulian, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Bagi yang mampu, jangan ragu untuk berqurban tahun ini. Semoga ibadah qurban yang kita lakukan menjadi amal yang diterima dan mendatangkan keberkahan bagi diri, keluarga, serta masyarakat.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Semoga Allah memudahkan kita semua untuk menjadi hamba yang gemar berbagi dan taat kepada-Nya. Aamiin. 🤲🏻

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top